Pengalaman persiapan untuk pergi ke luar negeri, membuat paspor dan Visa

Sabtu kemarin 21 September 2013 kami sekeluarga berangkat ke Jepang untuk berkunjung ke wisuda adik saya yang baru lulus S2 di Universitas tokyo. O.. iya sebelum kami berangkat ke Jepang jauh sebelumnya kami sudah melengkapi dokumen seperti paspor, tiket pesawat dan visa Jepang.

Pengalaman membuat Paspor

Dokumen pertama yang kami siapkan untuk berpergian ke luar negeri tentunya adalah paspor. Untuk membuat pasport sekarang ini lebih mudah dan bisa dilakukan tanpa calo. Tiga bulan sebelum berangkat saya harus sudah membuat paspor jadi jangan membuat paspor secara mendadak. Ini pertama kalinya saya membuat paspor. Saat itu saya membuat paspor di imigrasi Jakarta Selatan. Persyaratan untuk membuat paspor yaitu membawa dokumen asli dan fotokopi KTP, kartu keluarga, akte kelahiran, dan Ijazah terakhir (kebetulan saya S1 jadi bawa ijazah S1 saya). Semuanya di fotokopi. Khusus fotokopi KTP harus dalam kertas A4 jangan dipotong seukuran KTP. 

Hari pertama membuat paspor saya datang ke imigrasi Jakarta Selatan dengan menaiki motor. Karena kita tahu Jakarta sangat macet terutama pagi hari. Usahakan datang pagi hari. Jam 7 pagi saya sudah sampai di kantor Imigrasi dan langsung ke tempat pengambilan formulir dan nomor antrian. Petugas akan memeriksa dokumen kita dan memberikan formulir dan nomor antrian. Petugas memberikan formulir beserta map dengan gratis tanpa biaya. Isi formulir sebelum nomor kita dipanggil karena akan menghambat antrian jika nomor kita sudah dipanggil tapi kitanya belum siap. Antriannya memang lama karena banyak yang mengajukan paspor. Setelah nomor dipanggil kita menyerahkan semua berkas di loket.. Hanya Fotokopian KTP,KK, akte kelahiran, ijasah dan formulir saja yang diambil petugas. Yang asli tidak diambil, hanya dicek saja. Setelah itu kita diberikan tanda terima bukti penyerahan dan disuruh datang 3 hari kemudian untuk pembayaran dan foto serta wawancara.

Hari kedua. Tiga hari kemudian kita kembali minta nomor antrian dengan menunjukkan tanda terima bukti penyerahan berkas di hari pertama ke petugas di pengambilan nomor antrian. Hari kedua ini kita harus memakai pakaian yang rapi karena akan difoto. O..iya dokumen asli seperti KTP, KK akte kelahiran dan ijasah dibawa juga karena akan diperiksa saat wawancara. Setelah menunggu 2 jam-an waktu itu saya langsung dipanggil ke loket pembayaran. Waktu itu saya membayar sekitar 255 ribu. Setelah selesai membayar kita disuruh menuju ke ruang foto dan disitu kita tunggu lagi sampai nomor kita dipanggil. Setelah menunggu sebentar saya dipanggil untuk foto. Di ruang foto kita diambil foto wajah dan sidik jari. Setelah difoto kita kemudian menunggu untuk wawancara.  Setelah dipanggil kita diwawancara untuk ditanyakan tujuan pembuatan paspor oleh petugas.   Waktu itu saya ditanyakan (seingat saya karena udah 3 bulan yg lalu) apa pernah membuat paspor sebelumnya. Saya jawab belum. Tujuan membuat paspor jawab saja untuk jalan-jalan. Kemudian dia menanyakan pekerjaan saya. Saya bilang wiraswasta karena memang wiraswasta kerja sendiri di rumah. Jawab saja yang jujur.  Nah karena saya wiraswasta kemudian saya disuruh untuk membuat pernyataan bekerja sebagai wiraswasta. Surat pernyataannya bisa dibeli di koperasi lengkap dengan meterai. Waktu itu seingat saya harga nya cuma 7000 saja. Saya isi dan tandatangan Terus saya kembali ke ruang wawancara menyerahkan surat pernyataan pekerjaan wiraswasta. Setelah itu petugas langsung memberikan tanda terima lagi untuk pengambilan paspor 4 hari kemudian.

Hari ketiga, 4 hari kemudian saya antri lagi untuk ambil paspor. Kali ini tidak perlu ke tempat pengambilan nomor antrian. Cukup masukkan tanda terima bukti untuk pengambilan paspor ke kotak tumpukkan di depan loket pengambilan paspor. Tunggu nama kita dipanggil dan setelah menerima paspor kita disuruh untuk fotokopi paspor tersebut. Fotokopi paspor bisa di koperasi imigrasi. Tukang fotokopi di koperasi imigrasi tentunya sudah tahu apa dan bagian mana yang harus difotokopy jadi kitanya tidak perlu menjelaskan lagi. Setelah itu, kita serahkan fotocopy tadi ke tempat kita menerima paspor tadi. Jadi kita hanya 3 kali datang ke kantor Imigrasi Jaksel dan cuma keluar duit 255 ribu + uang fotocopian + ongkos makan dll. Tugas membuat paspor sudah selesai.

Pemesanan tiket Pesawat

Untuk berhemat tentunya kita cari tiket pesawat yang murah tapi pelayanannya baik karena perjalanannya sangat jauh. Waktu itu kita memutuskan untuk membeli tiket di Singapore Airline (www.singaporeair.com) dengan harga USD 650 per orang. Tiket ini tidak langsung ke Jepang tapi harus transit dulu di Singapura. Tapi enggak kenapa karena pesawat yang langsung ke Jepang seperti Garuda, ANA atau JAL jatuhnya lebih mahal.

Membuat Visa di kedutaan Jepang
Untuk membuat Visa Jepang kita biasa baca persyaratan dan download formulir di http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html. Untuk membuat Visa kita tidak perlu datang sendiri dan bisa diwakilkan. Waktu itu kakak saya yang mengurus visanya ke kedutaan Jepang. Dokumen yang disiapkan adalah
- Formulir pengajuan Visa yang didownload dari  http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html.
- Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm)
- Foto kopi KTP
- Bukti pemesanan tiket. Tiket pesawat harus sudah dipesan sebelum mengajukan Visa Jepang.
- Jadwal Perjalanan.. Jadwal kegiatan kita nanti di Jepang rencananya mau ngapain aja.. Misal ke Disneyland etc..
- Dokumen yang membuktikan hubungan keluarga antara pemohon dengan pengundang. Waktu itu saya sertakan fotocopy akte kelahiran dan kartu keluarga.
- Fotokopi buku tabungan 3 bulan terakhir. Usahakan isi tabungan ada 15 juta atau lebih.
- Surat Undangan. (surat undangan contohnya bisa didownload situs kedubes jepang) Ini khusus jika kita berkunjung ke saudara atau teman yang ada di Jepang. Mereka bisa mengirim surat undangan ke kita untuk persyaratan pembuatan Visa.
- Paspor asli untuk ditempel visa
- Biaya pembuatan Visa Rp 350,000,-

Setelah semua berkas diserahkan hanya dalam 2-3 hari Visa Jepang sudah ditempel di halaman paspor kita.

Persiapan sebelum berangkat


Tentunya persiapan sebelum berangkat adalah fisik karena tentunya udara disana sangat berbeda dengan di Indonesia. Jika disana sedang musim dingin kita juga harus menyiapkan baju hangat. Disamping pakaian kita juga harus menyiapkan makanan karena kita tahu makanan di Jepang sangat mahal. Kebetulan penginapan kita nanti ada dapurnya jadi kita bisa masak sendiri. Makanan yang paling mudah yaitu mie Instant. Karena bawaan kita dibatasi tiap orang hanya 20 kg maka bawa saja yang diperlukan. Jangan lupa kita bawa tas kecil untuk tempat paspor dan uang. Sebelum berangkat kita bisa beli mata uang asing di money changer.

Ya itu pengalaman persiapan saya sebelum keluar negeri. 

12 komentar:

  1. siapkan kesehatan hal penting

    BalasHapus
  2. wah, ke Jepang (ngiler)
    gak tahan lihat harga tiketnya yah, kalo aku bisa beli tapi nyampe Jepang cuma foto2, makan mi instan, tidur di warnet, hha
    thanks atas sharingnya bro, rencana mau ambil s2 ke Jepang jg nih, insyaalloh taon depan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Warnet disana juga nyaman sob.. Dan memang ada yg nginep juga di warnet.
      Semoga bisa ambil S2 Jepang sob.. Banyak kok mahasiswa Indonesia yg ambil beasiswa disana.

      Hapus
  3. Belum pernah membuat visa, makasih infonya gan. Tapi kalau cuma ke malaysia or singapore cukup pake paspor saja kan? coz kabarnya sih gitu..
    ( http://beritatanjungpinang.com & http://pradianto.info )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya benar.. Kalau pergi ke Malaysia atau Singapura dan beberapa negara-negara ASEAN hanya perlu paspor saja tanpa perlu Visa.

      Hapus
  4. Semoga perjalannya lancar dan selamat sampai tujuannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih tapi Itu perjalanan 21 September lalu.. Sekarang saya sudah di Jakarta lagi..

      Hapus
  5. Selama ini saya hanya ke Kuala Lumpur aja yang terjauh. Belum pernah ke EROPA. Jadi belum tau seperti apa rasanya mengurus VISA; Hieiehiee Makasih sudah memberikan informasi ini Super sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya mengurus visa juga diurusi kakak saya.. Saya cuma menyiapkan dokumennya saja. Tapi mudah kok mengurus visa Jepang.

      Hapus
  6. Siang..mau tamya dong itu berati paspornya masih baru dan kosong kan ya ? Itu ga jadi masalah? Karena katanya sebelum pergi ke jepang harus ada minimal satu cap di paspor kita..mohon info nya ya terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Paspornya masih kosong belum ada cap pergi selain ke Jepang itu bisa kok.. Perjalanan ke Jepang itu merupakan perjalanan pertama saya keluar negeri.

      Hapus