Pengalaman berangkat ke Jepang dengan transit di bandara Changi Singapura

Berangkat dari Bandara Sukarno Hatta

Posting ini merupakan pengalaman saya ketika pertama kali pergi Ke Jepang. Sabtu tanggal 21 september 2013 kami berangkat ke Jepang dengan menaiki Singapore Airlines  dari bandara Sukarno Hatta. Saya berangkat bersama kakak dan ayah saya. Sampai di bandara Sukarno Hatta, barang bawaan kami diperiksa melalui pemeriksaan X-ray. Sedangkan kami juga diperiksa dengan melewati Walk Through Metal Detector setelah sebelumnya harus melepas jaket dan jam tangan serta ponsel yang dibawa di saku. Setelah itu kami mencari area Check in Singapore Airlines di bandara Sukarno Hatta untuk Check in. Di  Check IN Counter Singapore Airlines di bandara, kami menyerahkan barang bawaan kami yang akan ditaruh di bagasi. Barang bawaan yang ditaruh di bagasi merupakan barang bawaan tas travel yang berat berisi makanan dan pakaian. Barang bawaan untuk bagasi hanya boleh seberat 20 kg per orang. Sedangkan tas kecil boleh dibawa ke kabin pesawat.  Untuk paspor dan identitas kita taruh di tas kecil dan harus selalu dibawa. Setelah proses di Check in Counter kita akan menerima Boarding Pass berbentuk selembar kartu.

Setelah check in, kami menuju pemeriksaan Imigrasi dengan menyerahkan paspor untuk distempel petugas. Dari situ kami langsung menuju pintu gate atau pintu keberangkatan penerbangan yang tertera di boarding pass. Sebelum ruang boarding kami diperiksa kembali melewati security check lagi dengan X-ray dan detektor logam. Kali ini kami harus melepaskan sepatu dan jaket untuk diperiksa di X-ray.  Tas, jam, sepatu dan ponsel dimasukan ke nampan khusus untuk diperiksa mesin Xray. Karena tidak ada masalah kami boleh melanjutkan untuk masuk ke ruangan boarding menunggu pesawat kami. Sambil menunggu pesawat tiba, kami shalat Ashar terlebih dahulu di ruangan boarding Bandara Sukarno Hatta. Di ruangan boarding ini memang ada ruangan khusus untuk shalat.

Kami berangkat dari Jakarta dengan pesawat jam 5 sore. Pesawat Singapore Airlines yang kami naiki tidak langsung menuju ke Jepang melainkan kami harus transit dulu di Singapura. Hanya dalam waktu kurang 2 jam saja pesawat sudah mendarat di Singapura dari Jakarta. Cukup cepat juga. Pantas saja banyak orang Indonesia yang berwisata ke Singapura karena hanya butuh waktu sebentar saja ke singapura dengan pesawat.


Pengalaman transit di Bandara Changi Singapura

Pesawat mendarat di Singapura jam setengah delapan waktu Singapura. Kami mendarat di terminal 1 bandara Changi Singapura. Dan pesawat berikut yang harus kami naiki ada di terminal 3 yang berangkat jam 21.30 waktu Singapura. Untungnya di Singapura ada Skytrain semacam kereta monorail untuk menuju terminal 3 yang bisa kami naiki secara gratis. Jadi sempat juga kami melihat pemandangan Singapura walau hanya dari bandara saja. Bandara Changi Singapura cukup besar dan mewah dengan lantai yang diselimuti karpet.


Di bandara Changi kami lihat banyak orang Indonesia juga. Sepertinya memang orang Indonesia sering berwisata ke Singapura. Ada juga yang sekedar transit seperti kami. Bandara Changi Singapura sangat luas. Bandaranya dilengkapi dengan banyak toilet dan tempat makan. Ada juga tempat berdoa atau prayer room yang bisa kita gunakan sebagai tempat Shalat di Bandara Changi Singapura.
Di bandara Changi juga ada taman buatan lengkap dengan kolam ikan. Untuk makan ada beberapa restoran di dalam bandara Changi. Ada restoran nasi lemak dan bahkan restoran siap saji mc Donalds juga ada di bandara ini. Ada juga toko-toko souvenir. Di dekat kursi tempat tunggu juga disediakan kursi pijat gratis. Lumayan kalau kita pegal-pegal bisa mencoba kursi pijat ini. Ada juga internet gratis yang bisa diakses melalui komputer yang disediakan di beberapa tempat. Sayangnya internet gratisnya hanya boleh dipakai tiap orang 15 menit saja.


Sampai di terminal 3, Kami segera menuju ruangan boarding untuk menunggu pesawat kami ke Jepang. Sebelum ke ruangan boarding kami diperiksa dulu oleh petugas. Tas kecil yang kami bawa harus masuk ke x-ray. Kita juga harus menunjukkan paspor dan boarding pass kita. Kami juga harus melewati semacam detector logam. Ruang tunggu boarding di bandara Changi cukup luas dan juga lantainya dilapisi karpet. Ruang boarding juga dilengkapi toilet yang bersih. Sebelum terbang sebaiknya buang air kecil dulu di toilet ini karena penerbangan nanti akan lama. Di pesawat memang ada toilet juga namun tidak senyaman di toilet biasa. Setelah menunggu, akhirnya Jam 21.30 waktu Singapura kami kembali naik pesawat Singapore Airlines yang menuju Jepang.


 Terbang dari Bandara Changi Singapura ke Bandara Haneda Jepang

Penerbangan dari Singapura ke Jepang cukup lama sekitar 7 jam. Untungnya di pesawat kami mendapat makanan jadi tidak perlu takut kelaparan. Ketika memesan tiket pesawat sebelumnya kami sudah memesan makanan khusus muslim meal yaitu makanan halal untuk muslim. Kami mendapat dua kali makan di pesawat ini dan makanannya lumayan enak. Kami juga diberi makanan kecil dan es krim magnum. Kami juga boleh minta minuman dengan banyak pilihan. Mau air putih, teh, kopi, minuman soda, Juss buah atau bahkan wine. Tapi karena wine haram bagi kami kami hanya minta minuman yang lain.


Berada di pesawat berjam-jam tentu membosankan. Untuk menghilangkan bosan kita bisa menonton film yang disediakan maskapai di pesawat. Pada tiap kursi di pesawat Singapore Airlines ada layar tv kecil. Ada banyak pilihan film Hollywood atau film Asia yang bisa ditonton.  Pelayanan yang cukup baik dari Singapore Airlines padahal kami ada di kelas ekonomi. Terbang dengan waktu 7 jam membuat kami pegal, dan lelah. Tapi kami tentunya harus bersabar.  Karena di pesawat sudah ada waktu subuh tapi kami belum mendarat maka kami melakukan shalat Shubuh sambil duduk di pesawat. Wudhunya dengan tayamum saja. O.iya sebelum mendarat di Jepang, kami diberikan lembar kertas berisi form isian oleh pramugari di pesawat untuk diserahkan ke petugas imigrasi. Isiannya berupa data kita dan pertanyaan berapa lama kita di Jepang dan beberapa data lainnya.

Minggu 22 September 2013 Jam 5.30 waktu Jepang akhirnya kami mendarat di bandara Haneda Jepang. Setelah keluar pesawat kami menuju pemeriksaan imigrasi bandara. Kami memberikan paspor dan form isian tadi yang diisi di pesawat. Pertanyaannya tujuan ke Jepang dan juga jumlah uang yang kita bawa sebagai bekal selama berada di Jepang. Untungnya kami bisa berbahasa Inggris walau sedikit saja.  Setelah itu ada pemeriksaan wajah. Kita harus memandang alat tertentu semacam kamera sambil jari telunjuk kita ditempelkan di alat deteksi jari. Setelah selesai pemeriksaan, paspor kita distempel dan dikembalikan ke kita. Keluar dari pemeriksaan imigrasi, kita harus mengantri untuk mengambil tas bagasi kita yang sebelumnya kita serahkan di bandara Sukarno Hatta.


Setelah mengambil tas, kami menunggu adik saya yang memang sudah lama tinggal di Jepang untuk menjemput. Akhirnya tidak beberapa lama adik saya datang. Kemudian dia mengantar kita ke stasiun monorel kereta Jepang untuk menuju ke penginapan berupa apartemen yang sudah dipesan sebelumnya. Bandara Haneda Jepang ini sudah terhubung dengan stasiun monorel sehingga memudahkan untuk transportasi. 

Itu pengalaman kami berangkat ke Jepang.. Untuk pengalaman di Jepang lainnya tunggu posting berikutnya...

11 komentar:

  1. Terasa menyenangkan juga mas bisa berangkat ke Jepang saya sendiri belum pernah kesana.

    BalasHapus
  2. Penerbangan lama bisa membuat kita merasakan rasa bosan dan jenuh juga ya Kang, Hanya bisa menikmati dengan segala permainan dan fsilitas yang ada di pesawat saja. Jakarta - Jepang +/- 9 jam penerbangan, dan untungnya transit di SIngapur dulu, jadi bisa menimati jalan-jalan sdikit biar tidak bosen. Ditunggu liputan selanjutnya deh......


    Salam wisata

    BalasHapus
  3. Kemaren saya pada tgal 25 blan 11 2015 saya tiba di bandara osaka kansai di jepang,,dan saya tidak tau knpa saya dan rombongan saya di tolak untuk masuk jepang padahal kita kan mau liburan,,sangat menyedihkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. elasan nya kpn itu gan ? mungkin bukti boking hostel nya ga ada ya

      Hapus
    2. mungkin ga ada bukti boking hostel atau ga ada tiket pulang pesawat

      Hapus
  4. Ngurus visa jepang nya gimana kakak? Dan berapa kira2 visa jepang? Thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suah ditulis disini http://www.okedeh.info/2013/10/pengalaman-persiapan-untuk-pergi-ke.html

      Hapus
  5. Halo, mau tanya. Utk bagasi, wkt check-in di bandara indonesia, barang akan lsg diambil wkt sdh tiba di jepang ya? Wkt transit tdk perlu ambil lagi? Thankyouuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. barang diambil pas tiba di jepangnya. Maaf telat jawabnya baru lihat blog ini lagi.

      Hapus
  6. Klo transit di singapur tanpa keluar bandara,masuk ke kantor imigrasinya ga ya buat di periksa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. enggak perlu. tapi tetap ada pemeriksaan.

      Hapus