Berwisata ke Cagar alam pengandaran

Wisata Pengandaran selain wisata pantai kita bisa mengunjungi Cagar alam Pengandaran. Kawasan Cagar Alam Pananjung merupakan kawasan konservasi flora dan fauna yang menurut informasi luasnya mencapai 530 hektar. Untuk masuk ke kawasan cagar alam akan dikenai tiket seharga Rp.7.000,- saja.



Ketika masuk kita akan melihat banyak pohon-pohon besar di cagar alam itu. Ketika kami disana kami juga langsung disambut monyet-monyet yang bergerombol. Monyetnya memang agak liar dan kalau melihat pengunjung membawa sesuatu kadang monyet langsung menyerang. Waktu itu kami melihat ibu-ibu yang berteriak ketakutan karena tasnya mau direbut monyet.  Untunglah ada petugas yang mengusir monyet tersebut. Buat jaga-jaga kami memegang batang kayu kecil untuk menakut-nakuti monyet-monyet tersebut supaya jangan mendekat. Kita harus berhati-hati ketika mengeluarkan makanan atau minuman karena monyet-monyet tersebut akan langsung datang mencoba merebutnya. Saya melihat beberapa monyet minum dari minuman ringan yang direbut dari pengunjung kawasan wisata tersebut.




Pada Kawasan cagar alam Pengandaran memang ada beberapa jenis hewan yang terdapat di tempat itu. Kami melihat beberapa rusa yang berkeliaran bebas di tempat itu. Rusa-rusa itu ada yang tidak takut untuk didekati karena mungkin memang sudah terbiasa melihat pengunjung manusia. Hewan yang paling banyak terdapat di cagar alam itu adalah monyet. Di atas pohon yang tinggi kami melihat beberapa kera hitam sejenis lutung yang bergantungan di atas pohon. Sayangnya Lutung ini sangat sukar untuk didekati. Kami juga melihat berbagai jenis burung yang kami sulit mengenali jenisnya. Sebenarnya di tempat tersebut ada juga banteng namun kami tidak sempat melihatnya karena harus ke tempat peninjauan Banteng.



Disamping pohon dan hewan di kawasan cagar alam ini kami juga melihat beberapa gua alam dan gua buatan seperti Gua Panggung, Gua Parat, Gua Lanang, Gua Sumur Mudal, dan gua-gua peninggalan Jepang. Menurut tulisan di depan gua Jepang disebutkan Gua Jepang dibuat selama periode perang dunia kedua (1941-1945) dengan menggunakan kerja paksa. Gua ini dibuat di bawah bukit kapur dengan dinding batu karang. Disitu juga ada gua Parat yang pernah dipakai sebagai tempat untuk bersemedi Pangeran dari Mesir.



Masih di dalam Cagar alam Pegandaran, kita juga dapat melihat situs kuno yaitu situs Batu Kalde. Situs Batu Kalde atau Sapi gumarang dibangun pada masa Kerajaan Pananjung. Disebut Batu Kalde karena arca sapi yang berukuran mirip ukuran Kijang yang dalam bahasa sunda disebut Kalde.



Cagar alam Pengandaran juga terdapat pantai pasir putih yang indah. Disitu juga ada tempat penyewaan  snorkeling jika ingin melihat pemandangan bawah laut yang memang airnya jernih itu. Cuma sayang waktu kami tiba disana waktu sudah tengah hari dan kami sudah lelah berjalan kaki keliling cagar alam jadi kami hanya melihat sebentar saja disana.



Setelah selesai menikmati pemandangan cagar alam, kami shalat Dzuhur sebentar di musholla kecil yang ada di luar gerbang cagar alam. Setelah itu kami pulang ke rumah saudara saya di Cikembulan yang masih dekat wilayah pengandaran. Esoknya kami kembali ke Jakarta. Wisata ke Pengandaran merupakan pengalaman yang menyenangkan. Mudah-mudahan kami bisa kembali lagi ke Pengandaran ini.

Naik bus umum ke Pengandaran

Transportasi ke pengandaran dari Jakarta bisa menggunakan bus umum. Kali ini kami mencoba untuk menggunakan bus umum dari Jakarta ke Pengandaran. Untuk ke Pengandaran sebenarnya bisa langsung dari Jakarta tepatnya dari Kampung Rambutan tapi atas rekomendasi teman-teman lain akhirnya kami memilih untuk naik bus dari Terminal Bekasi. Dari Jakarta ke Terminal Bekasi Timur tentu tidak terlalu jauh, kita bisa pilih banyak angkutan yang menuju Bekasi. Ada Mayasari Bakti kalau dari Slipi atau naik Bis Agro Mas kalo dari daerah Veteran.

Setelah sampai terminal Bekasi, kita langsung saja naik Bus Budiman yang menuju ke Pengandaran. Sebaiknya pilih bus yang AC. Bus Budiman AC lebih mahal dari yang non AC. Harga tiket Bus Budiman dari Bekasi ke Pengandaran sekitar 63 ribu rupiah. Kalau bus yang non AC sekitar 55 ribu rupiah. Bis yang AC bis nya nyaman dan bagus serta supir dan kondekturnya juga ramah. Mungkin itu kenapa bis nya dinamakan bus Budiman kali ya :). Sayangnya walaupun bus AC tetap saja masih ada pedagang asongan leluasa masuk ke bus walau tidak banyak.

Bus Budiman ke Pengandaran dari Bekasi waktu itu berangkat jam 9 pagi. Bus beberapa kali berhenti untuk menarik penumpang tapi tidak lama ngetemnya. Sampai di Garut bus beristirahat sebentar untuk mengizinkan penumpangnya istirahat dan Shalat. Waktu itu kami menjamak shalat Dzuhur dengan Ashar. Bus ini juga melewati Ciamis dan Banjar. Jadi kalau mau ke Ciamis atau Banjar bisa juga menggunakan bus ini. Setelah kira-kira 8 jam sampai juga kami di Pengandaran. Cukup lama juga sih namun perjalanan menggunakan bus ke Pengandaran tentu lebih hemat  daripada menyewa mobil. Dengan bis ini kita bisa turun langsung di pintu gerbang Pantai Pengandaran. Dari situ kita bisa mencari penginapan yang murah. O iya kalau mau pulang lagi dengan bus Budiman jangan lupa untuk menunggu di terminal Pengandaran waktunya pagi dari jam 7 sampai 9.. Atau kalau mau pulang malam bis terakhir yang dari Pengandaran ke Bekasi bisa ditunggu sampai jam 9 malam.

Wisata ke Green Canyon - Pangandaran

Green Canyon merupakan tempat wisata yang terdapat di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Jawa Barat. Nama Green Canyon ini diperkenalkan oleh seorang wisatawan Perancis pada tahun 1993. Nama Asli dari Green Canyon sebenarnya adalah Cukang Taneuh yang berarti jembatan tanah. Nama tempat itu sekarang lebih dikenal dengan nama Green Canyon dibanding nama aslinya. Tanggal 24 Maret 2012 kami melakukan wisata ke Green Canyon. Sebelum ke Green Canyon kami singgah dulu ke Ciamis untuk menginap di rumah saudara. Untuk menuju ke Green Canyon dari Ciamis kira-kira memakan waktu kurang lebih 3 jam. Green Canyon dekat dengan wisata Pengandaran. Untuk sampai di Green Canyon kita harus melewati Pangandaran. Dari Pengandaran ke Green Canyon jaraknya kurang lebih 30 km. Kira-kira 1 jam perjalanan.
Mendekati kawasan Green Canyon kami terjebak macet. Rupanya bukan kami saja yang ingin masuk ke tempat wisata itu. Buat yang membawa mobil atau berangkat dengan bus tidak perlu khawatir karena disediakan tempat parkir, walaupun tidak begitu luas. Di sekitar tempat parkir ini juga bisa ditemukan Musalla, warung makan, dan WC.


Untuk berwisata di Green Canyon ini kita harus membeli tiket untuk menyewa perahu kecil yang disebut "ketinting". Tiket bisa dibeli di loket dengan harga Rp. 75.000,- per perahu. Satu perahu bisa dinaiki hanya 6 orang saja ditambah 2 orang penjaga perahu. Sayangnya waktu kesana kita kehabisan tiket. Begitu banyaknya wisatawan yang berminat ke Green Canyon membuat tiket habis. Untung saja ada ibu yang berbaik hati dan kelebihan tiket, kami bisa membeli darinya dengan harga sama Rp.75.000,-.. thanks ya bu.. Di tiket itu ada nomor antriannya. Kami kebagian nomor 385. Daripada lama menunggu kami shalat dzuhur dan makan siang dulu. Kebetulan waktu sudah menunjukkan jam 12 siang.


Setelah makan kami menuju antrian. Tidak beberapa lama nomor kami dipanggil. Kami segera naik perahu kecil itu untuk menyusuri sungai menuju lokasi Green Canyon. Kami menikmati perjalanan menyusuri sungai itu. Air sungainya berwarna hijau tosca. Di tepi sungai tumbuh pohon-pohon lebat yang menghijau. Mungkin inilah sebab mengapa tempat ini dinamakan Green Canyon. Warna air hijau pada Green Canyon ini menurut penjaga perahu disebabkan karena percampuran antara air sungai dan air laut. Pada musim hujan air sungai yang hijau ini akan menjadi berwarna coklat. Jadi upayakan kalau ke Green Canyon jangan pada waktu musim hujan.

Sekitar 30 menit akhirnya kami tiba di mulut gua. Pemandangan disini semakin indah dipandang mata. Di tepi sungai tampak dinding-dinding alami dari batu-batu stalaktit dan stalagmit. Sungai pun semakin menyempit karena terhalang batu besar. Di atas batu besar tampak petugas yang menjaga dan mengatur perahu-perahu yang memang banyak memasuki gua Green Canyon ini. Tampak aliran sungai Cijulang yang menembus gua.













Sampai di gua, perahu berhenti. Dari sini kita bisa melanjutkan perjalanan ke gua dengan berjalan atau berenang untuk masuk ke dalam. Sementara perahu yang ditumpangi menunggu di sisi batu. Di dalam gua ini terdapat air terjun kecil yang siap membasahi para pengunjungnya. Air yang berjatuhan dari atas di dalam gua ini terasa dingin dan menyegarkan. Di dalam gua ini memang ada air terjunnya yang disebut air terjun Palatar. Berada di gua ini seperti menikmati air hujan abadi yang turun terus menerus sepanjang waktu. Air terjunnya tidak terlalu deras jadi tampak seperti hujan. Kami terkagum-kagum dengan keindahan tempat ini. Suatu hal yang sukar ditemui di tempat lain. Gua ini memiliki stalagtit dan stalagmit yang sangat indah. stalagtit dan stalagmit itu terlihat dialiri tetesan air. Kami berhenti sejenak di dalam gua itu untuk menikmati keindahan alam ini.


Tampak beberapa wisatawan yang berenang. Ada juga yang naik ke batu-batu di gua ini dan terjun ke air dari atas batu setinggi 5 meter. Sayangnya kami waktu itu tidak mempersiapkan diri untuk berenang sehingga urung untuk berenang. Kami hanya berfoto-foto saja mengabadikan pemandangan indah di dalam gua ini. Setelah puas menikmati gua di Green Canyon ini akhirnya kami dengan perahu yang tadi kami tumpangi kembali lagi. Perjalanan balik tidak kalah menyenangkan dibandingkan perjalanan berangkat ke green Canyon kembali menyusuri sungai yang tadi kami lewati.

Tidak terasa perjalanan terasa lebih cepat dibanding perjalanan berangkat. Suatu perjalanan yang tidak terlupakan berwisata di Green Canyon Cijulang. Mudah-mudahan suatu saat kami bisa kembali lagi kesini.



Live streaming dari INSAN TV

Live streaming dari INSAN TV. TV ini berisi tentang ceramah agama Islam.



Streaming TV ini bisa juga ditonton di www.insantv.com.

Buka website lewat Google Wireless Transcoder

Google Wireless Transcoder bisa digunakan untuk membuka website dalam versi tampilan mobile untuk di ponsel atau gadget. Dengan memakai Google Wireless Transcoder website yang dibuka akan di Transcode agar bisa mobile friendly. Jadi kalau ingin membuka suatu situs atau website bisa membukanya lewat Google Wireless Transcoder agar web bisa lebih cepat dibuka melalui ponsel. Google Wireless Transcoder juga bisa dibuka melalui komputer pc atau laptop.. Untuk memakai layanan google ini coba buka:

http://google.com/gwt/n

Situs-situs resmi untuk menonton streaming TV

Buat yang ingin menonton TV lewat internet kini dapat langsung menonton ke situs resmi yang dimiliki televisi yang bersangkutan.

www.mytrans.com
bisa untuk nonton streaming TV: transTV dan Trans 7

www.okezone.tv
bisa untuk menonton streaming TV: RCTI, Global TV, MNC TV, Sindo TV, MNC News

news.viva.co.id/streaming/
bisa untuk menonton antv dan TV One

www.metrotvnews.com/front/streaming
bisa untuk menonton streaming TV: Metro TV

live.tvri.co.id
untuk menonton streaming TVRI

www.indosiar.com/streaming
Untuk menonton streaming Indosiar

www.sctv.co.id/streaming
Untuk menonton streaming SCTV

Nonton TV Streaming trans TV dan Trans 7 di mytrans.com

Sekarang kita tidak perlu susah jika ingin menonton streaming Trans tv dan trans 7 karena kita dapat menontonnya di website http://www.mytrans.com.

Untuk nonton tv streaming trans tv bisa langsung ke link: transtv

Untuk nonton tv streaming trans 7 bisa langsung ke link: trans7